Palangka Raya- Dunia penyiaran di daerah terutama penyiaran radio mengalami dinamikanya sendiri. Masifnya determinasi platforms media sosial secara signifikan telah memengaruhi eksistensi media penyiaran, tak terkecuali radio.

Untuk mengetahui dan mengenal lebih dekat seluk beluk dunia penyiaran radio di daerah, khususnya di Palangka Raya, para mahasiswa semester 4 Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam  (KPI) mengadakan kuliah lapangan ke radio Kalteng Pos (KP) FM di Gedung Biru, jalan Tjilik Riwut, Selasa (28/5). Kuliah lapangan ini didampingi langsung oleh dosen Prodi KPI, Hakim Syah, M.A.

 

“Di semester ini mahasiswa mengambil matakuliah Produksi Siaran Radio. Oleh karena itu, kuliah lapangan ini sengaja diadakan agar para mahasiswa dapat mengenal secara langsung bagaimana pengelolaan siaran radio. Hal ini dilakukan karena sampai saat ini kampus belum memiliki radio sendiri, meskipun pemancar radio dan lainnya sudah tersedia. Hanya saja karena masih ada kendala-kendala teknis dan lainnya, radio kampus belum dapat beroperasi atau mengudara,” jelasnya.

Kedatangan para mahasiswa yang berjumlah 28 orang disambut hangat oleh manajemen radio KP FM. Mbak Kiki dan Mbak Nose yang mewakili manajemen radio KP FM memberikan penjelasan mengenai dasar-dasar teknik penyiaran kepada para mahasiswa.

Mahasiswa juga diajak untuk mengamati langsung proses siaran radio mulai dari bagaimana penyiar bekerja di ruang siaran, mengelola waktu, berinterikasi dengan pendengar, serta mengatur jadwal siaran untuk pemutaran lagu. Setelahnya, beberapa mahasiswa diberikan kesempatan untuk menyoba siaran sendiri.

Tyas, salah seorang mahasiswi semester 4, mengungkapkan antusiasnya. Menurutnya, dengan kuliah lapangan seperti ini, mahasiswa menjadi senang dan mendapatkan pengalaman langsung. Selain itu dapat menarik minat mahasiswa untuk menggeluti dunia penyiaran radio.

“Saya dan teman-teman sekelas tentu saja sangat senang dan antusias dengan kuliah lapangan ini. Setidaknya kami mendapatkan pengalaman langsung mengenai seluk beluk dunia penyiaran radio. Dan tentu saja hal ini menambah wawasan kami di bidang penyiaran radio,” ucapnya.

Ia mewakili teman-teman mahasiswa lainnya berharap agar kampus memiliki radio sendiri sehingga dapat dijadikan media pembelajaran bagi para mahasiswa Prodi KPI.

“Ya sejujurnya kami mahasiswa sangat berharap kampus memiliki radio sendiri sebagai media pembelajaran. Jadi kami tidak sekadar belajar teori saja, namun dapat praktik langsung. Istilahnya learning by doing dan learning by experiencing,” ucapnya.

Radio KP FM sampai saat ini menjadi salah satu radio swasta yang masih eksis mewarnai kehidupan penyiaran di Palangka Raya, meskipun beberapa radio swasta lainnya sudah berhenti on air atau berhenti mengudara. Sementara itu, keberadaan radio komunitas yang dikelola oleh institusi pendidikan termasuk perguruan tinggi masih belum ada di Kota Cantik ini.