Mahasiswi FUAD IAIN Palangka Raya Dinobatkan Sebagai Pemenang Proyek Sosial ICN 2017

Penyerahan penghargaan kepada Paujiah, mahasiswi IAIN Palangkaraya FUAD Prodi KPI dari pihak Universitas Prasetiya Mulya dalam ICN Conference 2017 di Jakarta, Sabtu (8/4/2017)

“Selamat kepada Paujiah dari provinsi Kalimantan Tengah sebagai pemenang proyek sosial ICN 2017 dalam bidang Lingkungan!”

Jakarta – Bunyi pesan di akun Instagram ICN (Indonesian Culture and Nationalism) 2017 yang pada tahun ini mengusung tema AKULTURASI singkatan dari “Aktualisasi Tutur Generasi” dengan menggunakan tagline “Ragam Budaya, Ragam Karya”.

ICN merupakan sebuah acara kepemudaan berskala nasional yang diselenggarakan oleh Student Board Universitas Prasetiya Mulya. Kecintaan yang mendalam terhadap setiap perbedaan dan budaya di Indonesia, khususnya di bidang pendidikan, membentuk ICN menjadi sebuah rangkaian acara yang terdiri dari ICN Conference, ICN Festival, dan ICN Food Exhibition.

Keterlibatan Paujiah pada Indonesian Culture and Nationalism 2017 di Jakarta, tidak hanya menjadi ajang promosi. Lebih dari itu, mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) pada Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) ini, juga berhasil mengangkat hasil pelatihan tentang kopi dan teh dari buah masisin dalam kategori proyek sosial terbaik.

Anugerah ini langsung diterima Paujiah Sabtu (8/4/2017).

“Alhamdulillah, proyek sosial mengenai pelatihan pembuatan kopi dan teh dari masisin mendapat apresiasi yang luar biasa dari panitia. Ini juga menjadi wadah pembelajaran bagi saya agar bisa memperluas jaringan secara nasional,” kata Paujiah.

Peserta ICN Conference merupakan perwakilan dari masing-masing provinsi yang ada di Indonesia. Setiap peserta mendapat kesempatan untuk mempresentasikan proposal proyek sosial yang telah dibuat.

Rektor IAIN Palangkaraya Ibnu Elmi AS Pelu, menyatakan kebanggaannya atas prestasi yang dicapai Paujiah. Bahkan secara khusus, dia menilai apa yang dilakukan mahasiswinya ini sebagai sebuah implementasi dan pengejawantahan atas riset kekinian berbasis kearifan lokal.

“Tentunya ini harus didukung untuk dikembangkan. Apalagi tantangan globalisasi saat ini sangat dibutuhkan orang-orang yang mampu membuat terobosan,” kata Ibnu Elmi.

Sumber: http://kalteng.tribunnews.com/2017/04/08/kopi-dan-teh-masisin-mahasiswi-iain-jadi-proyek-terbaik-icn-conference-2017

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *